Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Tak Bermaksud Menyinggung, Pendeta Gilbert Minta Maaf kepada Umat Islam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Senin, 15 April 2024, 16:23 WIB
Tak Bermaksud Menyinggung, Pendeta Gilbert Minta Maaf kepada Umat Islam
Pendeta Gilbert Lumoindong saat berkunjung ke rumah Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) 3 periode, Jusuf Kalla/RMOL
rmol news logo Pendeta Gilbert Lumoindong menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, atas pernyataannya beberapa waktu lalu yang dianggap menyinggung.

Permintaan maaf itu berawal dari komentar Pendeta Gilbert soal praktik zakat dan salat dalam Islam. Dalam video yang viral tersebut, Pendeta Gilbert mengulas cara beribadah umat Islam yang dia anggap lebih berat dibandingkan dengan umat Kristiani.

"Saya dengan segala kerendahan hati minta maaf karena kegaduhan yang ada," kata Pendeta Gilbert saat sowan ke kediaman Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) 3 periode, Jusuf Kalla, di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (15/4).

Menurutnya, pernyataan itu disampaikan dalam forum ibadah internal dan tidak ada maksud untuk menyinggung apalagi menistakan agama Islam.

"Tetapi karena jemaat kita ada dua, ada jemaat gereja dan jemaat online, jadi otomatis ada di YouTube kami, tetapi itu jelas ada tulisan 'ibadah Minggu'," tuturnya.

Pendeta Gilbert lalu menyebut video yang beredar di media sosial sudah diedit oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Pernyataan tersebut sesungguhnya adalah otokritik kepada umat Kristiani sekaligus motivasi untuk tidak malas beribadah.

"Jadi saya minta maaf atas kegaduhan ini, tapi percayalah kebersamaan Indonesia selalu ada di hati saya, dan di hati saya selalu ada persatuan karena dasar kotbahnya hari itu tentang kasihilah sesamamu," pungkasnya.

Sementara itu, Jusuf Kalla alias JK mengaku sempat terkejut dan kecewa mendengar tayangan video tersebut. Namun setelah mendapat penjelasan, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu dapat memaklumi.

"Bagi saya, hidup di negeri yang tercinta ini, kita saling menghargai satu sama lain, apapun agama kita, kita harus toleransi," pesan Jusuf Kalla. rmol news logo article
EDITOR: AGUS DWI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA