Keluhan itu, diterima Mahfud saat hadir dalam dialog interaktif bersama alumni PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo serta alumni dan dosen PP Nurul Qarnain di Ponpes Nurul Qarnain, Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur.
"Banyak keluhan yang disampaikan, tentang masalah guru honorer, guru swasta yang tidak seimbang pembagian sertifikat maupun pengangkatan melalui PPPK. Persoalan ini saya catat," ujar Mahfud MD dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (29/12).
Soal masalah pupuk, kata Mahfud, dia bersama calon presiden Ganjar Pranowo memang berkomitmen dalam program kerjanya untuk menghadirkan pangan terjamin, terjaga, terjangkau, dan terdiversifikasi. Termasuk menanggulangi kelangkaan dan melambungnya harga pupuk.
"Kita menuju negara pertanian yang punya ketahanan, kedaulatan, dan kemandirian. Itu konsep pangan kita yang bertumpu pada pertanian. (Ketersediaan) pupuknya juga harus kuat," terangnya.
Selain itu, Mahfud juga menanggapi tentang minimnya upah guru, khususnya guru ngaji di kampung-kampung. Untuk itu, Ganjar-Mahfud berkomitmen membuat guru dan dosen sejahtera, berkualitas, dan kompeten sejajar dengan negara maju.
Menurutnya, pendapatan guru dan dosen harus meningkat dan harus sejahtera melalui
penyempurnaan sertifikasi guru dan dosen secara lebih sederhana.
"(Program) sudah ada semua. Di bidang pertanian sudah kami programkan. Soal buruh juga kami programkan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: