
Ratusan aktivis yang ikut berdemonstrasi dalam tragedi Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) 1974 yang dipelopori Hariman Siregar berkumpul dalam rangka memperingati 49 tahun tragedi kerusuhan sosial tersebut.
Menolak lupa dan mempertahankan demokrasi, menjadi tema besar yang dinilai relevan untuk konteks kekinian dewasa ini.
Pendiri Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Bursah Zarnubi yang memimpin acara tersebut mengatakan bahwa tema yang diusung sangat penting untuk mengawal perjalanan demokrasi di Tanah Air.
“Karena saat ini ada upaya-upaya yang mau menyelewengkan demokrasi,†kata Bursah di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (16/1).
Bursah mengungkapkan, upaya menyelewengkan demokrasi itu antara lain terkait wacana penundaan pemilu dan perpanjangan 3 periode masa jabatan saat ini kembali digaungkan.
“Siapa yang menginginkan perpanjangan jabatan adalah mau merusak demokrasi,†tandasnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: