Begitu yang disampaikan oleh Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto dalam Seminar Nasional PPRA Lemhannas ke-16 yang bertajuk "Kolaborasi/Kepemimpinan G20: Konektivitas dan Rantai Kolaborasi" pada Selasa (11/10).
Merujuk pada arahan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada HUT TNI ke-77, Andi mengingatkan bahwa tahun 2022 merupakan tahun yang susah dan berat, maka di tahun 2023 dunia juga diperkirakan akan semakin gelap dan berat sebagai dampak dari terjadinya perang antara Ukraina dan Rusia.
Saat ini dunia dikatakan sedang bersiap untuk menghadapi krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial lebih lanjut, yang akan terjadi secara simultan dari kemungkinan eskalasi perang antara Moskow dan Kyiv.
Mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Andi mengatakan, Indonesia telah menawarkan jawaban dalam Sidang Umum PBB di New York untuk mengatasi krisis global yang sedang dihadapi oleh dunia .
"Ayo tinggalkan kompetisi dan permusuhan. Mari, berkolaborasi (untuk mengatasi krisis global),†ujar Andi.
Kerjasama dan kolaborasi disebut menjadi kunci penting dalam mengatasi seluruh krisis tersebut. Oleh karena itu, Andi menambahkan, sebagai negara yang memegang Presidensi G20 pada tahun ini, Indonesia diharuskan bekerja keras agar forum kolaborasi itu mampu terlaksana dengan baik.
Bahkan, memberikan solusi yang mampu membawa dunia untuk berhasil menghadapi segala tantangan yang ada.
Dalam kesempatan yang sama, dia menyampaikan bahwa Lemhannas pun telah berusaha mencarikan solusi atas ancaman krisis global itu. Salah satunya, melalui penyelenggaraan seminar dan memberikan pesertanya bekal untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah situasi dunia yang tidak menentu ini.
Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi langkah yang lebih lanjut lagi bagi Indonesia, serta negara-negara lainnya dalam melakukan interaksi positif dan kolaborasi sebagai solusi untuk menghadapi ancaman krisis global.
"Semoga yang menjadi tema dari seminar nasional tentang G20 pagi ini, tentang konektivitas, dan tentang rantai pasok global bisa menjadi tawaran solusi untuk mencegah dunia untuk masuk ke krisis yang lebih dalam lagi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: