Pintu akan dibuka untuk semua parpol. Baik yang sudah gabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Maupun yang belum memutuskan gabung poros koalisi manapun seperti Nasdem dan Demokrat.
“Artinya tinggal satu partai politik. Ya kita lihat semoga panjang umur dan bisa bertahan. Kita siap dengan Demokrat, kita siap dengan Nasdem, kita siap dengan yang lain, enggak masalah,†kata Sekjen PKS, Aboe Bakar Alhabsy, kepada wartawan, Jumat (10/6).
Bahkan, masih kata Aboe, apabila Koalisi Indonesia Bersatu yang di dalamnya ada Golkar, PAN, dan PPP ingin melebur di Koalisi Semut Merah pun tidak masalah.
“
Welcome, kami (PKS) dengan PKB mengundang dengan pintu terbuka, kita bisa dialog. Kalau yang di KIB mau datang, kami enggak menolak. Misal, ketemu lagi PAN atau Golkar, wah cocok nih barang nih,†tuturnya.
Lebih lanjut Aboe menambahkan, untuk capres pihaknya akan mengusung Ketua Dewan Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri. Sedangkan PKB akan mengusung Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
“Kalau kami, mau Cak Imin atau siapapun tidak masalah. Kalau Cak Imin cocok, PKS ready dan siap. Enggak masalah, tapi kami baru berdua nanti datang satu lagi,†tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menjelaskan, pihaknya dengan PKS akan melenyapkan politik identitas pada Pemilu 2024 nanti. Hal ini dilatarbelakangi situasi pada Pemilu 1999 di mana PKB berkoalisi dengan PKS dan partai Islam lainnya untuk bergabung dalam Poros Tengah.
“Saya melihat gini, saat reformasi yang menumbangkan Pak Harto terjadi politik identitas yang 'kanan' dan 'kiri' Itu kemudian bersikap ekstrem. Di satu ada Pak Habibie dan satu lagi ada juga. Kenapa yang terpilih Gus Dur waktu itu? Karena ini jalan tengah, makanya disebut Poros Tengah,†kata Jazilul.
“Supaya rukun damai sejahtera, sekarang situasinya sama. Ada krisis juga, dulu ada krisis moneter, sekarang bahkan krisis global. Cuma satu memang yang belum ada, tidak ada
solidarity maker atau sosok tertentu, maka yang perlu hari ini adalah sistem atau nilai yang mempertemukan yang saya sebut 'Kalimantan Sawa’ atau koalisi yang mempertemukan dan menyajikan itu,†sambungnya menutup.
BERITA TERKAIT: