Menanggapi hal itu, pengamat politik Jamiluddin Ritonga melihat ada kerenggangan hubungan antara presiden dua periode itu dengan Megawati yang tidak bisa ditutupi.
Katanya, wajah Megawati juga tidak bisa berbohong, lantaran tidak suka dengan Jokowi yang menginginkan masa jabatan tiga periode.
"Mega tampaknya tidak puas atas ketidaktegasan Jokowi menertibkan beberapa menterinya yang mewacanakan penundaan pemilu dan presiden tiga periode. Hal itu kiranya membuat Mega kurang berkenan, sehingga mempengaruhi hubungan mereka,†kata Jamiluddin kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/5).
Jamiluddin mengatakan Mega sudah jauh-jauh hari tegas menolak wacana tersebut. Ketegasan tersebut tampaknya yang diharapkan Mega, tapi tidak dilakukan oleh Jokowi.
"Kalau Jokowi tegas terhadap menterinya, mungkin hubungan mereka akan baik-baik saja. Tampaknya hal itu membuat hubungan mereka tak berjalan mulus,†katanya.
Menurutnya, dengan telatnya kedatangan Jokowi untuk berlebaran ke rumah Megawati, tidak menutup kemungkinan hubungan keduanya akan kembali mesra.
"Namun dengan datangnya Jokowi, tampaknya hubungan mereka secara perlahan akan pulih kembali. Mega akan tetap mendukung dan mengawal Jokowi hingga berakhir masa jabatannya pada tahun 2024,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: