Indonesia Dipercaya WHO Jadi Pusat Produksi Vaksin di ASEAN, DPR Dukung Erick Thohir Perkuat BUMN Farmasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Sabtu, 26 Februari 2022, 23:57 WIB
Indonesia Dipercaya WHO Jadi Pusat Produksi Vaksin di ASEAN, DPR Dukung Erick Thohir Perkuat BUMN Farmasi
Ilustrasi/Net
rmol news logo Komisi IX DPR RI menyambut baik sikap World Health Organization (WHO) yang mempercayakan Indonesia sebagai pusat produksi vaksin Covid-19 untuk wilayah Asia Tenggara. Nantinya, PT Bio Farma (Persero) menjadi perusahaan Indonesia yang akan memproduksi vaksin mRNA.

Kepercayaan WHO tersebut sejalan dengan tujuan transformasi holding farmasi yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir. Di mana salah satunya adalah untuk menyediakan produk dan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang terintegrasi, terjangkau, dan fokus pada pelanggan.

“Kita sambut baiklah, kan WHO banyak program vaksin gratis, bisa jadi kita gunakan. Kita optimalkan dan kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, baik manufakturnya dipersiapkan, kerja sama dengan pabrikan dan produsen asing bisa mendirikan pabrik di sini,” kata anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, kepada wartawan, Sabtu (26/2).

Indonesia sendiri, lanjut Rahmad, sudah memiliki pengalaman panjang untuk produksi vaksin Covid melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi, PT Bio Farma. Sehingga apabila rencana ini terealisasi, maka tidak akan sulit bagi Indonesia melakukannya.

"Kita kan sudah punya pengalaman (produksi vaksin), jadi saya yakin tidak sulit bagi kita. Mau itu menanam investasi atau bekerja sama dengan Bio Farma untuk memproduksi ya pasti bisa dilakukan," ucapnya.

Politikus PDIP ini pun yakin, Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN berserta Parlemen akan mendukung rencana WHO ini apabila benar terealisasi.

"Kalau benar terjadi, saya yakin pasti akan di-support penuh oleh pemerintah dengan mempermudah fasilitas, perizinan, atau hal pendukung lainnya. DPR juga pasti mendukung. Apalagi ini jadi langkah yang baik buat Indonesia," tegasnya.

“Saya kira apa yang perlu dipermudah, apa yang perlu di-support, pemerintah akan memberikan yang terbaik kalau itu benar terjadi dan terealisasi, dan itu jadi langkah yang terbaik,” demikian Rahmad Handoyo.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memberikan sinyal untuk menjadikan Indonesia sebagai hub atau pusat produksi vaksin Covid-19 di Asia Tenggara.

Menyusul ditunjuknya Indonesia oleh WHO sebagai salah satu penerima manfaat dari transfer teknologi vaksin berbasis mRNA. Vaksin mRNA merupakan salah satu jenis vaksin yang dikembangkan untuk menangani atau mencegah penyebaran Covid-19.

"Kolaborasi yang baik antara Menkes, Menlu, dan kami dari BUMN yang membuat WHO memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk membuat vaksin mRNA," terang Erick Thohir.

Erick menyebut, induk holding BUMN farmasi itu telah lama dikenal sebagai manufaktur vaksin terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi biofarma mencapai 3,2 miliar meliputi 14 jenis vaksin yang sudah diekspor ke lebih dari 150 negara.

"Kepercayaan dari WHO ini hanya permulaan. Ini juga bagian dari program transformasi besar-besaran yang sedang kami lakukan di holding BUMN farmasi," kata Erick. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA