Bantahan itu ditegaskan Wakil Ketua DPR RI fraksi PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2).
"Tidak ada," tegas Cak Imin.
Ketua Umum PKB itu menuturkan, pesan berantai yang beredar belakangan ini tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Namun yang pasti, pihaknya tidak ikut dalam urusan dugaan
cawe-cawe menentukan 7 orang Komisioner KPU dan 5 orang Komisioner Bawaslu tersebut.
"Saya enggak tahu itu, masih digodok di Komisi II DPR, saya belum dapat (hasilnya)," pungkas Cak Imin.
Beredar sebuah pesan berantai yang memuat nama 7 calon anggota KPU dan 5 calon anggota Bawaslu terpilih berdasarkan kesepakatan parpol di DPR RI, sebelum dilaksanakannya
fit and proper test.
Berikut isi pesan berantai tersebut:
Kesepakatan di partai koalisi per tadi malam:
KPU :
1. Parsadaan Harahap (HMI/Golkar)
2. Idham Holik ( HMI/Nasdem)
3. Betty Epsilon Idroos (HMI/Nasdem)
4. August Mellaz (non muslim/PDIP)
5. Yulianto Sudrajat (GMNI/PDIP)
6. Mochammad Afifuddin (PMII/PKB)
7. Hasyim Asy'ari (Ansor/Gerindra)
Bawaslu :
1. Rahmat bagja (HMI/Golkar)
2. Puadi (HMI/Gerindra)
3. Totok ( GMNI/PDIP)
4. Herwyn Jefler Hielsa Malonda (Non Muslim/Nasdem)
5. Lolly Suhenty (PMII/PKB).
BERITA TERKAIT: