Melalui akun Instagramnya, Sandi menyampaikan kegeramannya atas perilaku tak terpuji wisatawan tersebut yang justru pamer jalan-jalan di Kota Malang meski mengaku positif Covid-19.
"Sudah tahu positif seharusnya melakukan isolasi mandiri (jika tanpa gejala berat). Bukan malah bepergian ke tempat-tempat wisata," ujar Sandiaga dikutip redaksi, Rabu (9/2).
Sandi menegaskan, apa yang dilakukan wisatawan tersebut tidak patut ditiru dan mencoreng sektor pariwisata yang sedang berusaha pulih dari pandemi.
"Ini adalah contoh tidak baik, yang tidak boleh ditiru. Tindakan seperti ini yang justru akan mencoreng sektor pariwisata kita dan memperlambat penanganan pandemi," tegas Menparekraf.
Tak mau tinggal diam, pihaknya pun mengaku akan memproses pelaku. Jika terbukti bersalah, maka akan diproses secara tegas.
"Kami tidak segan menindak tegas, memproses dengan seadil-adilnya. Ekonomi dan lapangan kerja bisa segera bangkit jika ada kesadaran dari masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin," tutupnya.
Di sisi lain, aparat kepolisian telah mengantongi identitas wisatawan yang membuat gempar jagat media sosial itu.
"Melalui pemantauan digital yang dilakukan oleh penyidik, telah mengantongi identitas terduga pemilik akun," tutur Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto kepada wartawan.
BERITA TERKAIT: