Survei Membuktikan, Kepuasan Masyarakat Terhadap Ridwan Kamil Tak Berbanding Lurus dengan Elektabilitas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/agus-dwi-1'>AGUS DWI</a>
LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 09 Februari 2022, 08:39 WIB
Survei Membuktikan, Kepuasan Masyarakat Terhadap Ridwan Kamil Tak Berbanding Lurus dengan Elektabilitas
Rilis hasil Survei Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC)/RMOLJabar
rmol news logo Memasuki tahun keempat, secara umum masyarakat menilai Ridwan Kamil berhasil memimpin Jawa Barat, utamanya dalam menangani pandemi Covid-19. Tak hanya itu, Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum juga dianggap sukses dalam pembangunan infrastruktur di Jabar.

Hal ini terlihat melalui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Jabar mencapai 83,4 persen dalam survei yang digelar Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC).

“Sementara dalam penanganan pandemi Covid-19, tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 84,5 persen,” ujar Direktur Operasional dan Data Strategis IPRC, Idil Akbar, di Hotel De Pavilijoen, Kota Bandung, Selasa (8/2).

Idil memaparkan, ada beberapa isu yang dinilai paling berhasil oleh masyarakat Jabar. Di antaranya, pembangunan infrastruktur yang meraih 17 persen, pembangunan dan perbaikan jalan (15,3 persen), dan bantuan sosial (14,6 persen).

“Namun masyarakat juga menilai Pemprov Jabar kurang berhasil dalam menjaga harga kebutuhan pokok yang masih terhitung mahal. Tak hanya itu, angka pengangguran dan kemiskinan pun bertambah di masa pandemi sekarang ini,” urai Idil, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Pemprov Jabar, sambung Idil, juga dianggap kurang dalam melakukan sosialisasi program-program unggulannya. Program yang masyarakat tahu adalah Magrib Mengaji (36,1 persen), sementara yang belum cukup diketahui adalah Kredit Mesra (4,9 persen).

“Mayoritas masyarakat Jawa Barat menilai bahwa kondisi ekonomi dan politik masih berjalan normatif atau sedang. Sementara terkait keamanan, penegakan hukum dan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Jawa Barat dinilai sudah baik,” papar Idil.

Di tempat sama, Direktur Riset IPRC Leo Agustino menambahkan, ada anomali menarik dari hasil survei ini. Meski masyarakat puas dengan kinerja Ridwan Kamil dalam memimpin Jabar, namun hal itu tak seiring sejalan dengan elektabilitas Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, utamanya jelang Pemilihan Presiden 2024.

“Di satu sisi kinerja gubernur diapresiasi dengan nilai yang sangat tinggi, namun elektabilitas RK (Ridwan Kamil) belum optimal, baik untuk RI 1 (calon presiden), RI 2 (calon wakil presiden), maupun Jabar 1,” imbuhnya.

Dalam simulasi terbuka yang dilakukan IPRC, Ridwan Kamil berada di peringkat pertama dengan 9,2 persen. Disusul Prabowo Subianto (8,3 persen), Anies Baswedan (4,2 persen), dan Ganjar Pranowo (2,7 persen). Meski memiliki angka cukup tinggi, hal ini dianggap belum optimal.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan ini terjadi. Seperti undecided voters yang masih tinggi, karena keputusan RK untuk maju sebagai capres tidak tersosialisasi secara masif dan belum memiliki partai pendukung. Terlebih, pemilih tidak jarang mengasosiasikan tokoh dengan partai,” papar Leo.

Faktor lainnya adalah klaster megapolitan dikuasai Anies Baswedan, sementara klaster Priangan barat dikuasai Prabowo Subianto. Kemudian, kepuasan masyarakat terhadap bidang ekonomi yang rendah. Terakhir, pengenalan program unggulan Jabar yang masih minim di masyarakat.

“Masih ada waktu bagi RK untuk mengoptimalkan elektabilitasnya mengingat pemilihan masih akan berlangsung sekitar dua tahun lagi,” pungkas Leo.

Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) melakukan survei terkait kinerja Ridwan Kamil dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Survei yang dilakukan pada 16-25 Desember 2021 itu melibatkan 1.200 responden dari seluruh Kabupaten-Kota di Jabar. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA