Banyak Lahan Hilang, Kementerian BUMN Fokus Bangun Ekosistem Petani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Rabu, 02 Februari 2022, 19:21 WIB
Banyak Lahan Hilang, Kementerian BUMN Fokus Bangun Ekosistem Petani
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir/Net
rmol news logo Krisis lahan pertanian turut menjadi perhatian Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku menemukan fakta bahwa lahan pertanian banyak dijual. Hal ini membuat masyarakat kesulitan biaya hidup.

"Masa dua tahun saya turun, lahan petani hilang terus, nyekolahin anak susah. Mau ke mana bangsa kita?" kata Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/2).

Ia menegaskan, perusahaan pelat merah harus ikut berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.

"Tugas BUMN itu untuk menyejahterakan, bukan Badan Usaha Milik Nenek lu. Itu tugasnya," tegas Erick.

Di sektor pertanian, Kementerian BUMN telah membangun ekosistem industri pertanian melalui program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur). Melalui program ini, sedikitnya sudah ada 71 ribu hektare lahan pertanian komoditas padi, jagung, dan tebu tersedia dan 50 ribu petani sudah bergabung.

Erick sadar, petani membutuhkan pendampingan dari BUMN untuk mendapat kepastian suplai pupuk, pemberian bibit baik, hingga kepastian penjualan hasil produksi.

Dengan program Makmur, petani mendapat dukungan berupa permodalan, asuransi, bibit, suplai pupuk, hingga off taker atau pembeli hasil produksi.

"Kalau bibit jelek, hasil jelek. Kalau gagal panen didampingi asuransi Jasindo, kalau gagal panen risiko bersama. Tapi tentu harus ada kepastian," tandasnya. rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA