Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku menemukan fakta bahwa lahan pertanian banyak dijual. Hal ini membuat masyarakat kesulitan biaya hidup.
"Masa dua tahun saya turun, lahan petani hilang terus, nyekolahin anak susah. Mau ke mana bangsa kita?" kata Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/2).
Ia menegaskan, perusahaan pelat merah harus ikut berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.
"Tugas BUMN itu untuk menyejahterakan, bukan Badan Usaha Milik Nenek
lu. Itu tugasnya," tegas Erick.
Di sektor pertanian, Kementerian BUMN telah membangun ekosistem industri pertanian melalui program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur). Melalui program ini, sedikitnya sudah ada 71 ribu hektare lahan pertanian komoditas padi, jagung, dan tebu tersedia dan 50 ribu petani sudah bergabung.
Erick sadar, petani membutuhkan pendampingan dari BUMN untuk mendapat kepastian suplai pupuk, pemberian bibit baik, hingga kepastian penjualan hasil produksi.
Dengan program Makmur, petani mendapat dukungan berupa permodalan, asuransi, bibit, suplai pupuk, hingga
off taker atau pembeli hasil produksi.
"Kalau bibit jelek, hasil jelek. Kalau gagal panen didampingi asuransi Jasindo, kalau gagal panen risiko bersama. Tapi tentu harus ada kepastian," tandasnya.
BERITA TERKAIT: