Begitu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI fraksi Gerindra Habiburokhman kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/1).
"Kalau kasus Herry Wiryawan saya secara umum menolak hukuman mati, tapi untuk predator seksual apalagi terhadap anak ya saya setuju orangnya ditembak kepalanya, itu bajingan predator seperti memang harus hukuman mati," tegasnya.
"Saya melihat bukan persoalan setuju gak setuju Komnas HAM, tapi seolah Komnas HAM membabi buta ketika merespon kasus hukuman mati," imbuh Habiburokhman menegaskan.
Sebab menurut Habiburokhman, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur itu sangat kejam. Perasaan korban hingga keluarga, harus dijadikan pertimbangan.
"Bagaimana perasaan korban, perasaan anak-ank perasaan kelurga mendengar pernyataan Komnas HAM, ini kayak gak ada empatinya komnas HAM. Kita sangat menyayangkan, dan tadi kita kritisi," katanya.
"Komnas HAM itu sudahlah kalau dia tidak sepakat hukuman mati kan ada momennya menyampaikan, kayak kemarin ketika bahas KUHP sampaikan, dalam penjelasan RUU KUHP sudah jelas pelaksanaan hukuman mati masih dimungkinkan dlm kondisi tertentu, jadi tg dijaga perasaan para korban dan masyarakat yg rasa keadilannya terkoyak-koyak," demikian Habiburokhman.
BERITA TERKAIT: