"Persyaratan
presidensial threshold (20 persen kursi DPR) menyebabkan polarisasi yang sangat tajam,†tegas Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta dalam diskusi virtual Gelora Talk bertema 'Menakar Reformasi Sistem Politik Indonesia, Apakah Mungkin Jadi Gelombang?', Rabu (5/1).
Menurutnya, sistem tersebut berpengaruh pada penciptaan polarisasi yang sangat tajam. Pihak penyelenggara pemilu serentak pun melahirkan situasi yang
overload hingga menyebabkan banyak menelan korban.
"Ini kalau kita menyampingkan teori konspirasi, tapi angka 900 lebih hilang nyawa dari penyelenggara Pemilu itu. Artinya untuk setiap satu kursi DPR RI ada hampir dua nyawa yang jadi korbannya, itu angka yang sangat besar,†ucapnya.
Anis menambahkan, pengalaman demokrasi yang sangat buruk itu harus dijadikan pembelajaran penting bagi pemerintah.
Belum lagi, daftar pemilih dalam Pemilu 2019 dikurangi dengan adanya suara rusak serta partai yang tidak lolos
threshold. Maka, total anggota DPR yang ada di Senayan kurang dari 50 persen dari angka 575 tersebut.
“Artinya itu juga menunjukkan keterwakilan antara persentasi sangat ini salah salah satu dari hal-hal yang ingin evaluasi di Partai Gelora sebagai bagian dari usaha pembenahan pada sistem politik kita,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: