Cak Imin: Seharusnya Kita Menambah Peneliti, Bukan Malah Mengurangi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Senin, 03 Januari 2022, 16:52 WIB
Cak Imin: Seharusnya Kita Menambah Peneliti, Bukan Malah Mengurangi
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar/Net
Kecil Besar
rmol news logo Pencopotan para periset Eijkman dinilai kortraproduktif dengan keinginan pemerintah untuk melakukan penguatan di bidang riset. Atas alasan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diminta untuk bisa merangkul kembali semua peneliti Eijkman.
HUT RMOL news

"Kita membutuhkan banyak sekali peneliti untuk membangun peradaban yang maju,” tegas Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar kepada wartawan, Senin (3/1).

Cak Imin, sapaan akrabnya, berharap pembentukan BRIN bisa memperkuat ekosistem riset dan inovasi di tanah air. Apalagi, amanah UU 11/2019 tentang Sistem Inovasi Nasional, BRIN ditugasi untuk menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap), serta invensi dan inovasi secara nasional yang terintegrasi. 

"Seharusnya kita malah menambah jumlah peneliti kita, bukan malah mengurangi. Salah satu kunci kemajuan sebuah negara adalah dengan penguatan riset dan teknologi," kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dia memberi contoh bahwa dalam kasus Covid-19, bangsa Indonesia tampak gagap pada masa-masa awal terjadinya pandemi. Hal ini salah satunya karena rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Gara-gara ilmu pengetahuan belum kita kuasai, kita membuang duit terlalu mudah dan besar sekali yang kita buang untuk penanganan pandemi," demikian  Cak Imin.  rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA