Pangdam Brawijaya Pastikan Sudah Maksimal Antisipasi Kepulangan PMI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Jumat, 31 Desember 2021, 08:41 WIB
Pangdam Brawijaya Pastikan Sudah Maksimal Antisipasi Kepulangan PMI
Rapat koordinasi persiapan pengamanan kedatangan pekerja migran Indonesia/Ist
rmol news logo Pengamanan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), WNI, dan kedatangan WNA melalui jalur Bandara Internasional Juanda, Surabaya akan dilakukan aparat gabungan dari TNI-Polri.

“Kesiapannya sudah kami siapkan semaksimal mungkin. Tentunya berkolaborasi dengan instansi terkait,” ujar Pangdam Brawijaya, Mayjen Nurchahyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/12).

Selain pengamanan, beberapa tempat juga sudah dipersiapkan dan dicek untuk karantina, di antaranya Asrama Haji Sukolilo dan Balai Diklat Kemenag, surabaya.

“Sudah dicek semuanya, dari pagi sampai sore kami melaksanakan gladi. Semua perangkat melaksanakan tugas sesuai tupoksinya masing-masing,” tegasnya.

Terpisah, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan jika pemerintah telah menetapkan masa karantina selama 10 hari bagi para pelaku perjalanan internasional di luar 13 negara yang masuk dalam daftar penyebaran Omicron.

13 negara itu, terdiri dari 10 negara Afrika, Norwegia, Inggris dan Denmark.

“Kalau ada yang datang dari 13 negara itu masuk ke Jawa Timur, ke depan itu karantinanya 14 hari,” jelas Kepala BNPB.

Meski demikian, ia memastikan jika Bandara Juanda hanya dimasuki oleh para PMI saja. Artinya, PMI tersebut berdatangan dari luar 13 negara yang masuk dalam daftar pemerintah tersebut.

“Tapi untuk sementara yang ke Jawa Timur itu PMI. Itu rata-rata dari Saudi Arabia, Hongkong, dan Malaysia. Itu 10 hari di karantina,” tutup Letjen Suharyanto. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA