Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, varian tersebut punya daya tular lebih tinggi dari varian sebelumnya.
Meski demikian, Ridwan Kamil menilai hal itu masih bisa diantisipasi dengan protokol kesehatan (prokes).
"Jadi penanganannya enggak ada beda, cuma kecepatan menularnya lebih tinggi. Kuncinya tetap protokol kesehatan," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Bandung, Kamis (16/12).
Emil mengatakan, bahwa dirinya mendapatkan tiga instruksi dari Presiden Joko Widodo dalam mengantisipasi penyebaran Omicron ini.
"Pertama presiden meminta agar mengecek kesiapan rumah sakit, oksigen. Alhamdulillah Jabar sudah siap," ujarnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (17/12).
Kedua, presiden juga meminta kepala daerah mendorong vaksinasi. Presiden Jokowi meminta target vaksinasi di akhir Desember bisa mencapai 70 persen.
"Saya kira dalam sehari dua hari bisa tercapai. Jadi akhir bulan bisa jauh lebih tinggi," ungkap Emil, optimistis.
"Beliau memantau ada penurunan vaksinasi di Indonesia yang tadinya 2 juta dosis per hari sekarang seluruh Indonesia turun 1 juta dosis sehari. Ini lagi didorong lagi oleh semua pihak sehubungan dengan datangnya Omicron," tambahnya.
Di samping itu, Presiden pun meminta para kepala daerah untuk mengantisipasi potensi bencana serta aktivitas masyarakat menjelang libur Natal dan tahun baru.
"Terakhir, presiden juga meminta semua bersiaga guna memastikan masyarakat terjaga, dan aman melalui prokes. Serta mengingatkan untuk mengantisipasi cuaca buruk, dan libur Nataru," tandasnya.

BERITA TERKAIT: