Menurut pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, Indonesia harusnya menutup seluruh bandara dan pelabuhan tanpa terkecuali.
"Indonesia harus membatasi seluruh warga asing tidak hanya dari Afrika Selatan dan Hongkong untuk mencegah penyebaran varian baru omicron," kata Achmad Nur Hidayat, Rabu (1/12).
Co-Founder Narasi Institute ini menambahkan, Indonesia harusnya belajar dari varian delta. Saat varian delta muncul, Indonesia terlambat menutup pintu masuk internasional sehingga angka kematian mencapai 140 ribu orang.
Bahkan, akibat varian delta, ekonomi Indonesia mengalami defisit Rp 550 triliun sampai Oktober 2021.
"Kematian 140 ribu orang dan defisit Rp 550 triliun itu adalah keterlambatan tutup pintu pelabuhan dan bandara. Apakah sekarang kita akan ulang lagi, terlambat saat omicron tiba?" tekannya.
Ia mengingatkan,
windows of oppotunity Indonesia dalam menutup bandara tersebut sangat sempit, sehingga penutupan bandara dan pelabuhan harus dilakukan segera.
"Bila kasusnya sudah masuk di Indonesia, maka penutupan tersebut menjadi tidak berguna lagi," tandasnya.
Adapun 11 negara yang masuk daftar merah pemerintah Indonesia akibat varian omicron adalah Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong.
BERITA TERKAIT: