Walikota Bandung, Oded M Danial, menyayangkan aksi
walk out dari PSI tersebut. Menurutnya hal itu tidak seharusnya terjadi karena RAPBD tersebut sudah dibahas di tingkat fraksi.
"Itu kan sesungguhnya rapat-rapat banggar itu diwakili oleh fraksi-fraksi, maka menurut saya yang pernah di Dewan seharusnya tidak terjadi seperti itu. Karena seharusnya sampai ke anggota fraksinya," jelas pria yang kerap disapa Mang Oded itu di Pendopo Kota Bandung, Senin (29/11).
Aksi WO anggota fraksi PSI itu didasari atas kekecewaan mereka terhadap struktur RAPBD yang dinilai tidak pro rakyat.
Mang Oded menambahkan, ketidaksetujuan atas RAPBD seharusnya disampaikan secara internal di rapat-rapat Banggar. Sehingga, dia menilai apa yang dilakukan oleh PSI adalah suatu hal yang aneh dan terkesan tidak mengetahui substansi dari RAPBD.
"Seharusnya di rapat-rapat banggar disampaikan di situ, kalau gitu (
walk out) kan aneh," ujarnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
"Berarti
teu apal (tidak tahu) substansi," tegas Mang Oded.
Lanjut Mang Oded, tuduhan dari PSI bahwa porsi RAPBD tidak pro rakyat adalah hal keliru. Menurutnya, RAPBD yang disusun telah mengedepankan pembangunan untuk Kota Bandung.
"Secara struktur APBD, antara belanja pegawai dan pembangunan tetap masih tinggi pembangunan, urusan UHC, Kesehatan, Pendidikan, tinggi-tinggi di atas dari target yang diamanatkan UU," paparnya.
Bahkan Mang Oded mengaku berani mempertanggungjawabkan substansi dari struktur RAPBD tersebut.
"Dia harus baca dulu, sia kan tidak baca. Berani diskusi saya sebagai Walikota, mana yang tidak pro rakyat," tandasnya.
BERITA TERKAIT: