Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, mengajak semua pihak untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan perjalanan mudik pada libur akhir tahun ini.
Menurut Rahmad, sejumlah peraturan serta imbauan yang disampaikan pemerintah melalui Inmendagri 62/2021 hingga Surat Edaran Menpan RB soal larangan mudik dan cuti bagi ASN tak akan cukup mencegah potensi lonjakan Covid-19.
"Aturan-aturan tersebut tidak akan cukup jika tidak disertai dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk tidak mudik," ujar Rahmad kepada redaksi pada Jumat dini hari (26/11).
Sebagai pengingat, politikus PDI Perjuangan ini menyampaikan kejadian tragis pada saat dan seusai Lebaran Idul Fitri tahun 2021 yang lalu. Di mana, kala itu pemerintah sudah menerapkan aturan larangan mudik tetapi aturan tidak sepenuhnya dipatuhi.
"Aturan tinggal aturan, kenyataannya masih sangat banyak masyarakat saat itu yang tidak peduli dan nekat pulang ke kampung halaman," imbuhnya.
Maka dari itu, Rahmad memandang perlu ada upaya mengingatkan masyarakat agar berkaca pada situasi usai lebaran yang memberikan dampak ribuan orang meninggal setiap hari dan rumah sakit nyaris lumpuh.
"Tentu kita tidak mau kejadian memilukan usai lebaran lalu terulang di tahun baru nanti. Karena itu kesadaran untuk tidak mudik di hari libur nataru ini harus terus disosialisasikan dan digelorakan," harapnya.
Lebih dari itu, Rahmad mengatakan, untuk menghadapi ancaman virus Corona, termasuk menghalau kemungkinan masuknya gelombang ketiga, tidak akan berjalan efektif jika hanya dilakukan oleh pemerintah.
Karena baginya, pemerintah dengan seperangkat aturan, termasuk kerjasama TNI-Polri tidak akan sanggup mengawasi kalau memang kesadaran masyarakat untuk tidak mudik belum tumbuh.
"Artinya, kita bisa mengendalikan Covid-19 dan mengubah pandemi jadi endemi jika semua elemen bangsa, termasuk masyarakat bergerak bersama," demikian Rahmad.
BERITA TERKAIT: