Pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia, Fatimah Ibtisam mencontohkan, ketidakdewasaan berpolitik terlihat pada serangan fitnah kepada Menteri BUMN, Erick Thohir.
Ada upaya merusak karakter sang menteri dengan memfitnah secara personal. Serangan yang bersifat personal ini menunjukkan kegagalan dalam mencari celah mengkritisi sang menteri dari sisi objektif.
"Di sisi lain, mengangkat isu personal seperti ini kontraproduktif dan tidak bermanfaat. Mengaburkan isu dan kritik yang semestinya diangkat, seperti bagaimana upaya penguatan BUMN," kata Fatimah Ibtisam dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/11).
Ia melanjutkan, serangan kepada Erick Thohir, seperti isi bisnis PCR, deklarasi capres, hingga fitnah kepada keluarganya tak bisa dilepaskan dengan kedudukannya sebagai salah satu menteri di pos strategis.
Sebelum duduk di pemerintahan, Erick Thohir relatif tidak pernah diserang isu negatif. Ini membuktikan adanya pihak yang kepentingannya terganggu saat dirinya menduduki Menteri BUMN.
"Memang makin tinggi pohon semakin kencang pula angin yang menerpa. Mungkin, posisi sebagai menteri membuat banyak orang yang kepentingannya terganggu menyerang balik," ujar Tisam.
Oleh karenanya, ia mengajak masyarakat cerdas dalam menyaring informasi. Kritik diperlukan oleh pejabat publik, namun fitnah atau hoaks tidak dapat dibenarkan dalam konteks apapun.
"Fitnah dan hoaks apalagi menyasar ke keluarga dan orang tua dari sang pejabat, adalah tindakan yang tidak manusiawi," tandasnya.
BERITA TERKAIT: