Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani saat dimintai pandangan terbitnya telegram tertanggal 18 Oktober 2021. Pada telegram tersebut, Kapolri memerintahkan seluruh Kapolda membina anggota agar tidak bersikap arogan dan melakukan kekerasan kepada masyarakat.
"Saat proses
fit and proper test Kapolri Pak Sigit, beliau memang sudah menyampaikan sekaligus juga meneguhkan komitmen akan membuat, membawa Polri yang humanis," kata Arsul Sani di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10).
"Itu kemudian oleh Pak Sigit dituangkan tidak hanya berhenti pada dokumen
fit and proper test yang disampaikan beliau kepada kami di Komisi III," sambungnya.
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap surat telegram tersebut dapat dipatuhi dan dijalankan jajaran Polri dengan memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayom masyarakat.
Terutama untuk melaksanakan
restorative justice dan penanganan secara lembut saat pengamanan aksi penyampaian aspirasi di ruang publik atau unjuk rasa.
"Pendekatan peradilan restoratif di dalam proses-proses penegakan hukum dan
soft handling atau penanganan yang
soft terhadap berbagai unjuk rasa yang dilakukan berbagai elemen masyarakat," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: