Pemerintah sepatutnya memberikan dukungan. Apalagi, usulan agar Trilogi Rote Haik, Ti’i Langga, Sasando diakui PBB sebagai Warisan Budaya Dunia telah dilakukan bertahun-tahun.
"Saya mengajak seluruh masyarakat mendukung perjuangan tersebut. Usulan tersebut sangat beralasan karena Haik, Ti’i Langga dan Sasando memenuhi kriteria atau kategori unsur atau hasil budaya yang ditetapkan oleh UNESCO," tegas Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kepada wartawan, Selasa malam (12/10).
Di samping itu, LaNyalla menilai Haik, Ti’i Langga, dan Sasando memiliki atau memenuhi syarat Warisan Dunia Kategori Tak Benda yang memiliki nilai-nila etika, estika serta filosofis dan ciri khas strata dalam tataran derajat kebangsawaan.
PBB melalui Program Warisan Dunia atau World Heritage UNESCO mengizinkan setiap negara mengajukan suatu hasil atau unsur budaya bangsa, suku, sub-suku di dunia agar menjadi menjadi Warisan Budaya Dunia yang dapat diajukan setiap dua tahun sekali.
Menurut LaNyalla, tak hanya masyarakat Rote, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia ingin agar Sasando menjadi Warisan Budaya Dunia yang ada di Indonesia seperti juga warisan dunia yang lain seperti Candi Borobudur, Prambanan, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon, Situs Manusia Purba Sangiran, Taman Nasional Lorentz, Hutan Tropis Sumatera, Sistem Subak di Bali dan lainnya.
"Saya kira Sasando bukan hanya milik masyarakat Rote, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari kebudayaan dan kesenian bangsa Indonesia. Untuk itu, sudah sepatutnya dukungan kita berikan penuh agar perjuangan mendapatkan status Warisan Budaya Dunia dapat diakui oleh UNESCO," ujar LaNyalla.
BERITA TERKAIT: