"Kita akan terus mengkritisi kasus-kasus besar yang mangkrak, tak terkecuali seperti korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) oleh PT Pelindo II. Ini kan belum tuntas kok sudah tidak ada kabar," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Jumat, 6 Agustus 2021.
Sikap kritis perlu digaungkan agar keberadaan kasus yang mangkrak bisa dituntaskan hingga ke akar-akarnya.
"Dulu getol mengumumkan, kok tiba-tiba tidak ada kabarnya. Ada apa sebenarnya, Kejagung harus membuka ke masyarakat agar tidak bertanya-tanya," jelasnya.
Selain itu, Boyamin juga mengingatkan kasus yang baru-baru ini ramai diperbincangkan sejumlah anggota DPR RI, seperti kasus impor emas melibatkan PT Aneka Tambang dengan dugaan kerugian negara hingga Rp 47,1 triliun.
"Kasus ini juga belum ada kejelasan sampai sekarang, kita akan mendorong dan menginvestigasi agar kasus ini terbongkar, sebab kalau saya lihat impor emas ini sudah berjalan sejak 2011," terang Boyamin.
Boyamin menegaskan, selama ini pihaknya sudah banyak membongkar dan melakukan upaya-upaya yang dapat membuka kasus besar. Hal ini pula yang akan kembali dilakukan untuk benar-benar memastikan tidak ada kasus yang mangkrak.
"Lihat saja nanti, saya akan menginvestigasi dan membongkar kasus besar ini yang melibatkan banyak pihak, termasuk Dana Amin yang saat ini menjabat Dirut PT Antam," tandasnya.
BERITA TERKAIT: