Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democtaric Policy Satyo Purwanto mengamini bahwa dari Garuda Sheild 2021 tersebut memang memiliki efek domino.
"Efeknya multi domino. Terutama soal pertarungan AS-China. Bahwa AS mau ngomong ke China lu boleh kuasai dan pegang infrastruktur dan pembiayaan lainnya, tapi soal pendulum politik dan tentara masih cenderung ke Amerika," kata Satyo Purwanto kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (6/8).
Disisi lain yang tak kalah menarik untuk dicermati, ialah tempat latihan bersama itu digelar di tiga titik yakni Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, juga diikuti oleh ribuan tentara Amerika Serikat.
"Kalau cermati tiga lokasi yang jadi pusat latihan yakni Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Kalau dibedah itukan jalur logistik China," tandas Satyo.
Latihan perang bersama bertajuk Garuda Shield XV tahun 2021 ini bakal digelar di tiga tempat yakni Baturaja, Sumatra Selatan; Amborawang, Kalimantan Timur; dan Makalisung, Sulawesi Utara sepanjang 1-14 Agustus 2021.
Total ada 2.161 prajurit TNI AD dan 1.547 tentara Amerika Serikat yang ikut dalam Latma Garuda Shield ini. Selain itu, latma ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah kerja sama militer RI dan AS selama ini.