Dalam rekaman berdurasi sekitar tiga menit ini terdengar percakapan Bambang Pacul, sapaan akrabnya, menginginkan agar Ketua DPP PDIP Puan Maharani menjadi calon wakil presiden, terlepas dari siapa pun calon presiden yang diusung PDIP nanti.
"Rumusnya, Puan Maharani teh botol sosro. Apapun makanannya, minumnya teh botol sosro. Ya tho? Siapa pun calon presidennya, wakilnya PM (Puan Maharani)," demikian kata Pacul.
Menanggapi rekaman tersebut, Ketua Mahkamah PDIP Komarudin Watubun tidak ambil pusing. Bagi dia, pernyataan Bambang Pacul tidak mewakili suara partai.
"Itu kan pernyataan Bambang bukan pernyataan partai toh," ujar Komarudin di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/6).
Komarudin meminta dibedakan antara pernyataan PDI Perjuangan dari pribadi kader dan pernyataan sebagai organisasi partai.
Terlebih soal Pilpres 2024, kata dia, sudah ada keputusan Kongres PDIP di Bali bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki hak prerogatif untuk menentukan jagoan yang akan diusung.
"Orang boleh berdinamika di PDI Perjuangan, tapi beda PDI Perjuangan dengan partai lain, PDI Perjuangan itu punya ketua umum dan hak prerogatifnya," tandasnya.
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah membenarkan suara pria pada rekaman itu merupakan Bambang Pacul.
Hasto menyebut rekaman tersebut adalah perbincangan Bambang bersama wartawan di sebuah kantor partai di Jawa Tengah, bukan dengan Megawati. Hanya saja, dia tak mengatakan spesifik kapan waktunya.
"Oh itu Pak Bambang Pacul sedang berada di Jawa Tengah. Di kantor partai dan kemudian berbicara dengan wartawan yang seharusnya off the record. Tapi, ternyata malah ada yang membocorkan," kata Hasto di Gedung DPD PDIP DIY, Kota Yogyakarta, Sabtu (5/6).
BERITA TERKAIT: