Sejauh ini, belum dipastikan siapa yang akan maju sebagai calon presiden, siapa yang maju sebagai calon wakil presiden.
Namun demikian, wacana koalisi ini dipandang positif oleh kedua belah pihak. Terlebih, koalisi Demokrat-Golkar pun sudah pernah terjalin di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wapres Jusuf Kalla.
"Masa-masa gemilang pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sangat mungkin diulang kembali oleh Agus Harimurti Yudhoyono dan Airlangga Hartarto. Kombinasi ini akan mampu mengembalikan demokrasi pada relnya," kata Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (6/6).
Tak hanya itu, Syahrial bahkan menilai koalisi AHY-Airlangga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.
"Koalisi Demokrat dan Golkar pada Pilpres 2024 berpeluang untuk penyelamatan ekonomi di masa depan," sambungnya.
Koalisi memang harus dilakukan partai-partai politik untuk mengusung calon di Pilpres 2024. Sebab, syarat mengusung pasangan calon presiden-calon wakil presiden minimal memiliki 115 kursi DPR.
Nah, jika berkoalisi, dipastikan gabungan Golkar dan Demokrat mampu melampaui ambang batas tersebut. Karena Golkar memiliki 85 kursi, Demokrat 54 kursi. Artinya, koalisi Golkar-Demokrat menghasilkan 139 kursi.
BERITA TERKAIT: