Hal ini dipicu pernyataan Sekretaris DPW PPP Lampung, Azazie STGD, yang memilih "istirahat" sebagai pengurus partai jika Dewi Arimbi jadi Ketua DPW PPP Lampung.
Azazie beralasan, Dewi bukanlah kader PPP asli Lampung.
"Kalau ketuanya Arimbi, saya istirahat dulu. Gimana orang Jakarta (bisa) memimpin Lampung yang luas ini," ujarnya kepada
Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (2/6).
Menurut dia, pengurus DPP PPP itu tidak memahami dinamika politik yang terjadi di Lampung.
Azazie menegaskan, lebih baik dirinya menjadi kader biasa daripada menjadi pengurus di bawah kepimpinan Dewi Arimbi.
Jelang Muswil Kamis besok (3/6), nama Alzier Dianis Thabranie dan Dewi Arimbi jadi dua sosokl yang digadang-gadang akan menjadi Ketua PPP Lampung, yang dilakukan dengan sistem pemilihan musyawarah para formatur.
Ketua DPC PPP Bandarlampung, Busyairi mengatakan, mayoritas DPC sudah bulat mendukung Dewi Arimbi. Karena status Dewi di DPR RI membuktikan dirinya memiliki banyak suara dan mampu mendongkrak suara PPP di Lampung.
Seiring mundurnya Alzier dari bursa calon ketua, peluang Dewi pun makin besar. Apalagi kader senior PPP lainnya, Hali Fahmi, ikut "cabut" dari partai berlambang Kabah tersebut.
"Ya, betul," ujarnya terkait desas-desus mundurnya mantan Sekretaris DPW PPP era Malhani Manan tersebut dari partai.
Hali Fahmi, mantan Ketua DPC PPP Kota Bandarlampung yang pernah tiga periode jadi anggota DPRD Lampung, yakin PPP Lampung bisa bangkit kembali jika dipimpin Alzier Dianis Thabranie.
BERITA TERKAIT: