Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat ditanya soal optimisme Partai Nasdem untuk berkoalisi di Pilpres nanti.
"Saya kira Golkar terbuka untuk bisa berkoalisi dengan partai manapun, kami partai nasional religius," ujar Ahmad Doli di Gedung Kura-kura, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5).
"Jadi seperti biasa dengan doktrin karya-kekaryaan itu kan terbuka untuk bisa kerjasama dengan partai politik yang lain, jadi mau siapapun kita terbuka untuk membangun kerjasama," imbuhnya.
Ketua Komisi II DPR RI ini mengatakan, dalam membangun koalisi harus ada pembahasan panjang. Terutama, soal kesepakatan diantara mitra koalisi.
"Di dalam membangun koalisi politik itu ada take and give, kemudian komitmen-komitmen tentang visi besar yang perlu di bangun," pungkasnya.
Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan, bahwa kecukupan syarat untuk mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi salah satu pertimbangan Partai Nasdem untuk menjalin koalisi dengan partai politik lain.
Willy mencontohkan, jika Nasdem dapat berkoalisi dengan Partai Golkar. Maka, syarat untuk pengakuan pasangan calon sudah terpenuhi dengan koalisi dua partai.
"Kalau dengan Golkar kan langsung (bisa usung paslon), tapi kalau dengan PKS kan butuh satu partai lagi," katanya.
BERITA TERKAIT: