"Karena setelah pesta demokrasi 2019, kemudian dilantik, muncul situasi berat yakni pandemi Covid-19," kata Yusuf Chudlori diberitakan
Kantor Berita RMOLJateng, Minggu (30/5).
Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan semata, melainkan berdampak pada politik dan sosial budaya masyarakat.
"Segala rencana strategis pembangunan berantakan karena fokus penanganan Covid-19. Dampak kepada masyarakat sangat besar, baik skala ekonomi besar sampai mikro. Semua menjerit," jelas Gus Yusuf.
Atas dasar itu, PKB menginisiasi menggelar pertemuan dengan para ketua parpol untuk menyolidkan dalam rangka mendukung pemerintah menangani Covid-19.
"
Ngancani wong cilik (menemani masyarakat kecil), mendampingi masyarakat. Semoga pandemi Covid-19 ini segera selesai," katanya.
Beberapa ketua parpol turut hadir dalam pertemuan di Kantor PKB Jawa Tengah, di antaranya Ketua DPD PDIP, Bambang Wuryanto; Ketua Partai Gerindra, Abdul Wachid; Ketua DPD Golkar, Panggah Susanto; Ketua Partai Demokrat, Rinto Subekti; Ketua DPW PKS, Mohamad Haris.
Kemudian Ketua DPW PPP, Masruhan Syamsuri; Ketua DPW Nasdem, Setyo Maharso; Ketua DPW PAN, Suyatno; Ketua DPD PSI Jateng, M Farchan; dan Sekretaris DPD Hanura Jateng, Budi Susilo; serta Anggota DPR RI, Utut Adianto dan Agustina Wilujeng serta beberapa tokoh dan kepala daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto menyambut baik kegiatan tersebut. Soal perbedaan dalam pesta demokrasi adalah sebuah kewajaran.
"Semua perbedaan sesungguhnya bisa diselesaikan oleh para Ketua Parpol. Para Ketua Parpol inilah yang mempunyai tanggung jawab penuh karena diberi mandat DPP. Semua harus nunggu perintah, jangan
kemajon (mendahului),†tegasnya.
Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Panggah Susanto berujar, kontestasi antarparpol itu positif, karena bisa melahirkan kualitas. Karena itu, kontestasi merupakan sebuah hal yang wajar dan semestinya.
"Tapi semua harus sadar, kita punya kepentingan sama. Kontestasi ketat selesai ya selesai. Semua harus yakin bahwa Republik ini akan lebih baik lagi," ujarnya.
BERITA TERKAIT: