Itulah janji Presiden Joko Widodo, dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (22/4).
"Kepada keluarga awak kapal saya memahami betul perasaan bapak/ibu semuanya saat ini. Tapi sekali lagi, pemerintah akan mengupayakan yang terbaik," ujar Jokowi.
Upaya-upaya yang akn dilakukan pemerintah, dipaparkan Jokowi, adalah dengan memaksimalkan proses pencarian KRI Nanggala-402 disekitar Perairan Bali Utara.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengaku sudah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Haditjahjanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, hingga Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Henri Alfiandi, untuk memaksimalkan cara dan penggunaan alat pencarian.
Lebih lanjut, Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu berdoa agar proses pencarian bisa dimudahkan dan para awak kapal bisa selamat.
"Terkahir, saya mengajak seluruh masyarakat mendoakan agar upaya pencarian dan penyelamatan ini dilancarkan, diberikan kemudahan untuk menemukan kembali KRI Nanggala-402, dan seluruh awaknya dalam keadaan selamat," demikian Joko Widodo.
Kekinian, TNI AL yang terlibat dalam upaya pencarian KRI Nanggala-402 ini menemukan daya magnet yang cukup tinggi di kedalaman 100 meter di atas permukaan laut Perairan Bali Utara.
Dugaan sementara kapal yang mengangkut 53 ABK itu berada di palung laut dengan kedalaman sekitar 700 meter dari permukaan laut.
Namun hingga saat ini upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh TNI AL dengan menggunakan sejumlah alutsista.
Alutsista milik TNI AL yang dikerahkan antara lain KRI Raden Eddy Martadinata, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Diponegoro, KRI Rigel, KRI Spica, dan KRI Pulau Rengat.
Selain itu proses pencarian juga mendapat bantuan angkatan laut Singapura dan Australia.