Di Papua, Ketua DPD RI Paparkan Keberagaman Agama Sebagai Ciri Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Rabu, 03 Februari 2021, 22:40 WIB
Di Papua, Ketua DPD RI Paparkan Keberagaman Agama Sebagai Ciri Bangsa
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist
rmol news logo Keberagaman menjadi ciri khas Bangsa Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, dan keyakinan. Keberagaman ini bahkan sudah tercipta sejak awal mula berdirinya Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat bersilaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, di Jayapura, Rabu (3/2).

"Sejak Bangsa Indonesia berdiri, negeri ini sudah dihiasi dengan keberagaman agama, keyakinan, budaya, dan masih banyak lagi. Bangsa ini lahir dan besar dari keberagaman tersebut. Perbedaan yang kemudian bersatu untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa merdeka," jelas LaNyalla.

Baginya, keberagaman itulah yang membuat bangsa Indonesia hebat dan terus tumbuh hingga saat ini.

"Secara alamiah, intoleransi tidak ada di Indonesia, kecuali ditumbuhkan oleh sebagian kecil oknum. Tujuannya tidak lain untuk memicu dan menyulut permusuhan di antara umat beragama," katanya.

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, keberagaman telah menciptakan toleransi di tengah-tengah masyarakat. Toleransi adalah intisari kehidupan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

"Hal ini bisa dilihat dari Gereja Katedral yang berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Dua simbol megah ini menjadi gambaran betapa toleransi di Indonesia itu luar biasa," papar LaNyalla.

Pluralisme masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Di Bali, umat muslim bisa dengan mudah melaksanakan ibadah seperti Shalat Jumat sekalipun berada di lingkungan umat Hindu.

"Disana keamanan dan kedamaian tetap tercipta. Kebersamaan itulah yang menjadi milik kita," katanya.

Dalam kesempatan itu, LaNyalla menyebut pertemuan dengan FKUB sangat penting. Karena, FKUB bisa memberikan masukan dan aspirasi dari berbagai elemen kelompok masyarakat kepada DPD. Terutama dalam membangun Papua yang sejahtera dan berkeadilan.

"Kita harus memahami, semua perbedaan dalam masyarakat, baik itu perbedaan etnis maupun agama adalah kehendak dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini harus kita sikapi sebagai sumber kekuatan dan kekayaan budaya bangsa, bukan alasan memecah-belah bangsa ini," katanya.

Menurutnya, pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan, sebagian dipikul oleh FKUB.

"Oleh sebab itu, saya meminta FKUB untuk meningkatkan kewaspadaan untuk memonitor semua potensi gejolak sosial yang ada di tanah Papua ini. Apalagi, sebagian tugas FKUB beririsan dengan sebagian tugas kami selaku senator," katanya.

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Ketua I FKUB, Ustadz Saiful Islam Al Payage yang juga Ketua MUI Papua dan Sekretaris FKUB, Tunggul H Pasaribu serta 13 tokoh agama lainnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA