Kepergian mantan Kepala Staf TNI AD tersebut hanya berselang tiga bulan setelah mertuanya, mantan Panglima TNI dan Wakil Presiden Jenderal Try Sutrisno tutup usia pada 2 Maret 2026.
Pada upacara pemakaman sang mertua di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, Ryamicard tidak bisa hadir karena menderita penyakit kronis di bagian punggungnya.
Ryamizard, kelahiran Palembang Sumatera Selatan pada 21 April 1950 adalah putra Mayor Jenderal TNI Musannif Ryacudu yang cukup terkenal pada masa Presiden RI Soekarno. Ryamizard menikah dengan Nora Tristyana, putri Try Sutrisno dan dikaruniai tiga orang anak.
Ryamizard menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan lulus pada tahun 1974 dari kecabangan infanteri. Dia menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai perwira infanteri dan banyak bertugas di daerah operasi militer.
Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya adalah Panglima Kodam V/Brawijaya, Panglima Kodam Jaya, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) tahun 2000–2002. Kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) tahun 2002–2005.
Ryamizard dikenal sebagai perwira lapangan yang banyak terlibat dalam operasi keamanan di Kalimantan, Timor Timur, Aceh dan wilayah konflik, termasuk memimpin Batalyon Pasukan Perdamaian PBB di Kompong Thom, Kamboja dalam Kontingen Garuda Indonesia tahun 1992. Karena pengalaman tempurnya yang luas, Ryamicard sering dijuluki sebagai salah satu "jenderal tempur" TNI.
Setelah pensiun dari dinas aktif TNI, Ryamizard masuk ke pemerintahan. Pada masa Presiden Joko Widodo, dia dipercaya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014-2019.
Dalam masa jabatannya, dia menekankan penguatan pertahanan nasional, penanggulangan terorisme dan pembangunan industri pertahanan dalam negeri.
Selama pengabdiannya sebagai prajurit TNI dan pejabat negara, Ryamicard menerima berbagai tanda kehormatan militer dan sipil, termasuk Bintang Mahaputera serta sejumlah penghargaan militer tingkat tinggi Indonesia.
Ryamizard dikenang sebagai salah satu tokoh militer Indonesia yang berpengaruh pada era reformasi. Sebagai sosok nasionalis yang tegas dan konsisten menjaga keutuhan NKRI tercermin dari beberapa kebijakan dan pandangannya juga menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat pertahanan dan hak asasi manusia.
Sebagai jurnalis mitra kerjanya, ada kesan mendalam yang sulit dilupakan dari sosok Ryamizard Ryacudu ketika kami berada dalam camp selama 10 hari di Kompong Tom, Kamboja tahun 1992. Sikapnya terbuka dan bersahabat sehingga bisa terjalin hubungan personal sampai dia berpangkat Jenderal bintang empat.
Saat itu, Letnan Kolonel Inf Ryamizard Ryacudu bertugas sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Kostrad dan memimpin Kontingen Garuda XII-B yang bermarkas dan bertugas di daerah Kampong Thom, Kamboja.
Kontingen Garuda (Konga) yang ditugaskan dalam pasukan perdamaian PBB di Kamboja (UNTAC) adalah Kontingen Garuda XII yang dikirim pada tahun 1992-1993.
Sebagai negara sahabat yang memahami pentingnya arti perdamaian, Indonesia ikut ambil bagian dalam pasukan perdamaian PBB di Kamboja/United Nations Transitional Authority in Cambodia/(UNTAC).
Selama dua tahun bertugas memimpin Kontingen Garuda XII B di daerah rawan konflik bersenjata di Kompong Thom yang berbatasan dengan Thailand, nama Letkol Inf Ryamicard Ryacudu cukup harum. Hal itu berkat pendekatannya yang humanis dengan masyarakat setempat dan tokoh-tokoh di Provinsi Kompong Thom.
Kebetulan di daerah konflik bersenjata itu banyak beragama Muslim dan bisa berbahasa Melayu. Apalagi nama Proklamator RI Ir Soekarno -- sapaan akrab Bung Karno -- masih dikenang luas di Kamboja karena merupakan sahabat dekat Pangeran Norodom Sihanouk yang berkuasa selama enam dedekade (1941-2004).
Kecintaan penduduk Kompong Tom tampak ketika Letkol Inf Ryamizard Ryacudu mengakhiri tugasnya di Provinsi Kompong Thom. Dia dielu-elukan masyarakat bak pahlawan karena pasukan yang dipimpinnya berhasil membebaskan 11 orang sandera di daerah perbatasan dengan Thailand.
Pasukan RaiderKetika Jenderal Ryamizard dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat, membentuk pasukan Raider untuk mengatasi separatis Gerakan Aceh Merdeka/GAM tahun 2003.
Pembentukan pasukan elite TNI AD untuk meningkatkan kemampuan tempur satuan infanteri biasa agar setara dengan pasukan khusus, terutama dalam merespons ancaman separatis dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Jenderal Ryamizard Ryacudu menggagas pasukan Raider karena merasa perlu adanya unit pemukul dengan mobilitas tinggi dan kemampuan antigerilya yang mampu bergerak cepat, senyap dan tepat.
Sebanyak 10 Batalyon Infanteri dari Kodam dan Kostrad dibentuk dan dilatih ulang selama 84 hari. Kualifikasi prajurit ditingkatkan menjadi pasukan Raider. Prajurit Raider dibekali tiga kemampuan utama: anti-teror, lawan gerilya dan pertempuran berkepanjangan.
Jenazah almarhum Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu disemayamkan di rumah kediaman Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Pemakaman jenazah almarhum secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata Jakarta Selatan, pada Senin 1 Juni 2026.
RIP Jenderal Ryamicard Ryacudu.
BERITA TERKAIT: