Sebagaimana dikutip dari laman
Setkab, Jumat (1/1), dijelaskan bahwa Novavax adalah produsen vaksin dari Amerika Serikat yang memproduksi vaksin dengan platform recombinant protein subunit. Sementara AstraZeneca, produsen vaksin dari Inggris, memproduksi vaksin berplatform viral vectors.
Pemerintah, kata Menteri Luar Negari Retno Marsudi, juga tengah melakukan pembicaraan berkesinambungan dengan Pfizer, produsen vaksin dari Amerika Serikat dan Jerman.
Termasuk, juga berupaya memperoleh vaksin melalui kerja sama multilateral dengan GAVI (Global Alliance Vaccines and Immunization) melalui COVAX/GAVI yang akan memberikan vaksin secara gratis.
Lebih lanjut, Menlu mengungkapkan bahwa vaksin produksi AstraZeneca yang akan didatangkan ke Indonesia telah memperoleh izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA).
Kabar baiknya lagi, MHRA merupakan salah satu dari enam
stringent regulatory authorities yang memiliki mekanisme
reliance dengan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).
“Ini tentunya merupakan kabar yang baik untuk kita semua,†tegasnya.
Terakhir, Menlu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, sembari menunggu vaksinasi.
“Tetap patuhi 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan). Semoga Allah melindungi kita, melindungi bangsa Indonesia,†pungkas Menlu.
BERITA TERKAIT: