Kemenangan Biden ini pun disebut-sebut akan cukup berpengaruh terhadap lanskap politik global, tidak terkecuali Indonesia.
Salah satunya adalah peluang Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada pilpres 2024 nanti.
Kekhawatiran tertutupnya peluang Prabowo untuk memenangkan pilpres muncul setelah dia mendapat undangan dari Kementerian Pertahanan AS untuk menggelar pertemuan di akhir periode jabatan Trump.
Sebelum undangan itu datang, status Prabowo masuk dalam daftar hitam AS atas dugaan terlibat dalam kasus pelanggaran HAM.
Terkait hal ini, pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, menyatakan siapa pun presiden AS, tidak akan berpengaruh terhadap Prabowo.
"Soal karir politik Prabowo, siapapun presiden AS, Prabowo tetap nyapres," ungkap Ujang saat dihubungi
Kantor Berita Politik Jakarta, Minggu (8/11).
Menurut Ujang, Prabowo masih mempunyai pendukung yang cukup fanatik. Terlebih lagi posisi Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra membuatnya memiliki kendaraan yang memadai.
"Prabowo juga masih bisa didukung dari basis Islam. Dia tinggal rangkul NU dan Muhammadiyah," tandasnya.
BERITA TERKAIT: