Hal itu ditegas Ketua Tim Pemenangan pasangan Appi-Rahman, Erwin Aksa, saat berbincang dengan sejumlah awak media di markas besar Appi-Rahman, Novotel Grand Syaila Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/10).
"Itu program riil Appi-Rahman. Saya akan kawal itu. Coba cek, ada enggak calon lain yang punya program riil seperti itu, berani janji seperti itu," kata Erwin Aksa.
Menurut Erwin, tingkat kehilangan pekerjaan bagi warga Makassar saat ini sangat tinggi dengan adanya pandemi Covid-19. Itu karena dampak ekonomi yang kian sulit, bisnis tidak jalan, sehingga pekerja dikurangi.
Sebelum pandemi pun, kata Erwin, tingkat pengangguran cukup tinggi di Kota Makassar.
"Ekonomi tumbuh tetapi tidak berkualitas, kurang menyerap tenaga kerja, sehingga kesenjangan lebar. Itu karena walikota sebelumnya tidak punya program jelas untuk mengatasi persoalan tenaga kerja," ujarnya.
Appi-Rahman, kata mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu, baru mulai kampanye sudah merekrut ratusan orang untuk menjalankan program pengendalian penyebaran Covid-19, seperti duta sehat dan satgas kesehatan.
"Tadinya itu anak-anak yang menganggur karena PHK akibat dampak Covid-19. Tetapi Appi-Rahman merekrut dan mempekerjakan. Mereka juga sukarela menjadi relawan karena mereka lihat dan yakin ini program mulia, program kemanusiaan, upaya menyelamatkan manusia dari infeksi virus Covid-19 itu," jelasnya.
Dijelaskan Erwin, duta sehat bertugas mengedukasi publik dan mensosialisasikan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 secara bersama-sama dengan mentaati protokol kesehatan. Duta sehat masuk ke kawasan pemukiman padat membagikan masker dan handsanitizer agar masyarakat terbiasa menggunakannya.
Sementara itu, satgas kesehatan Appi-Rahman bekerja melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke pemukiman, sekolah, puskesmas, rumah ibadah, sarana transportasi.
"Kalau Appi-Rahman terpilih, upaya ini akan dilanjutkan dengan merekrut tenaga kerja lebih banyak lagi. Karena ini Covid-19 sangat berbahaya, harus dikendalikan supaya aktivitas masyarakat kembali normal, ekonomi bergerak kembali, lapangan kerja terbuka, orang menganggur kembali bekerja," bebernya.
Selain pengendalian penyebaran Covid-19, lanjut Erwin, program lain juga dijalankan, seperti menggerakkan UMKM berbasis RW, kelurahan, dan kecamatan.
Program ini akan mendorong anak-anak muda mendirikan bisnis, menciptakan lapangan kerja, menjadi pahlawan bagi keluarganya. Mereka punya kebanggan, ada kehormatan karena bisa bekerja, bisa mandiri.
Saat pengendalian Covid-19 berhasil, UMKM bergerak, hotel-hotel yang banyak tutup akan buka kembali, pabrik-pabrik jalan lagi, pembangunan properti bergerak lagi, karyawan dan pekerja masuk kerja kembali.
"Dengan program seperti itu, menciptakan lapangan kerja dan menyerap 20.000 angkatan kerja dalam 100 hari itu tidak susah. Makanya pilih pemimpin visioner yang punya program jelas dan terukur. Bukan pemimpin yang cuma berhayal dan bisanya sulap-sulap," pungkasnya.