Tercatat, dalam beberapa waktu ke belakang, terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan.
Nah, menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Syarif, jika hal tersebut terus terjadi bukan tidak mungkin kebijakan rem darurat yang pernah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sampaikan bakal kejadian.
"Saya katakan mungkin (rem darurat). Kita tunggu tiga empat hari ini ya," katan Syarif, saat dihubungi wartawan, Selasa (14/7).
Kendati begitu, politikus Gerindra ini menduga, meskipun nanti kebijakan rem darurat benar-benar diambil, namun tidak semua kegiatan otomatis ikut berhenti.
"Kalau ada rem mendadak, saya menduga itu tidak penuh, tetapi hanya sektoral. Seperti pasar, transportasi publik. Sementara industri perdagangan masih jalan. Masyarakat masih normal," jelasnya.
Adapun PSBB masa transisi dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di DKI Jakarta yang berjalan sejak 3 Juli lalu, akan berakhir pada 16 Juli lusa.
Sejauh ini belum ada keterangan lebih lanjut dari Gubernur DKI Jakarta terkait kelanjutan PSBB transisi. Apakah akan dilanjutkan, dikembalikan kepada PSBB awal alias menarik rem darurat, atau bersiap memasuki
New Normal.