Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah, Lestari Moerdijat melalui keterangan tertulisnya, Kamis (4/6).
Menurut Mbak Rerie, panggilan akrabnya, pemerintah harus segera mengambil sejumlah langkah sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat, guna terselenggaranya proses belajar mengajar yang aman dan memadai di tengah pandemik.
"Intinya agar generasi penerus bangsa mendapatkan pendidikan yang layak dan aman di masa pandemik," ujar Lestari dilansir
Kantor Berita RMOLJateng.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ghafur Akbar Dharma Putra mengakui pihaknya memandang penting adanya data yang lebih rinci di bidang pemberdayaan manusia, tak hanya sekadar pemilahan berdasarkan jenis kelamin.
"Bisa berdasarkan umur, balita, remaja, dewasa, lansia, bahkan juga difabel atau tidak dan seterusnya. Dengan data terpilah sejumlah kebijakan di bidang pembangunan manusia bisa diaplikasikan lebih tepat sasaran," ujarnya.
Dalam menghadapi sejumlah kendala di masa wabah Covid-19, Kemenko PMK berkoordinasi lintas Kemenko dengan Kemenko Perekonomian yang mengurusi penerapan kenormalan baru.
Dengan pola koordinasi tersebut, jelas Ghafur, dibutuhkan sejumlah kajian antarinstansi untuk memutuskan sebuah kebijakan, termasuk dalam memutuskan pelaksanaan tahun ajaran baru di masa pandemik.
"Berdasarkan mekanisme tersebut, pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru akan menjadi pilihan terakhir," tambahnya.
Pendidik yang juga Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia, Prof. Dr Komaruddin Hidayat berpendapat, proses pendidikan yang baik terjadi bila ada komunikasi yang baik antara orang tua dan guru.
"Guru bermitra dengan orang tua dalam mendidik anak," ujarnya.
Dengan mengetahui apa yang dibutuhkan siswa, jelas Komarudin, guru atau sekolah dapat memberikan pola pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
"Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua sangat dibutuhkan dalam kondisi saat ini, dimana proses belajar perlu banyak penyesuaian di masa pandemi ini," tandasnya.
BERITA TERKAIT: