Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta bahkan tidak habis pikir dengan apa yang ada dibenak Presiden Joko Widodo dan jajaran hingga tercetus rencana tersebut.
"Saya tidak habis pikir, apa yang ada dibenak Pak Presiden dan jajarannya. Mengapa selalu keluar statemen yang membuat bingung masyarakat,†geramnya kepada wartawan, Rabu (13/5).
Kebijakan pemerintah yang membingungkan itu, kata Sukamta, kebijakan pemerintah yang di awal telah memberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membatasi masyarakat dan juga moda transportasi.
Tapi kemudian aturan itu seperti dilanggar sendiri. Sebab beberapa waktu lalu Menko Polhukam Mahfud MD engeluarkan wacana relaksasi PSBB untuk menguatkan laju perekonomian yang mulai melemah.
“Kemudian disusul statemen Menteri Perhubungan membuka kembali operasional moda transportasi. Masih belum selesai kebingungan masyarakat, Ketua Gugus Tugas sampaikan rencana longgarkan aktivitas bagi warga usia dibawah 45 tahun,†urainya.
Sukamta juga menyoroti statemen pelonggaran PSBB yang disampaikan Presiden Joko Widodo, yang meminta pembantunya agar tidak tergesa-gesa atau berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan.
Menurutnya, pernyataan itu semakin membingungkan dan semakin tidak jelas siapa yang jadi komando tertinggi dalam situasi krisis seperti ini.
“Ini semakin memperkuat dugaan pemerintah hingga hari ini tidak punya konsep untuk tangani Covid-19, tidak punya kriteria terhadap situasi yang dihadapi, tidak punya tolak ukur untuk mengevaluasi kebijakan yang sudah dilakukan,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: