“Pak Lutfi adalah sosok sahabat yang sudah lama berkecimpung dalam tugas-tugas kepolisian di Jateng, dari Solo ke Jateng, hari ini jadi Kapolda. Tentu kami berharap bisa melanjutkan tugas Pak Rycko, Pak Lutfi tidak ada yang baru (sudah berpengalaman),†kata Ganjar dalam keteranganya, Selasa (5/5).
Di tangan Lutfi, Ganjar berkeyakinan kerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkompimda) Jawa Tengah akan semakin solid.
Sebelumnya, melalui Surat Telegram (TR) Kapolri bernomor ST/1377/V/KEP./2020, Brigjen Ahmad Lutfi dipromosikan sebagai Kapolda Jateng menggantikan Irjen Rycko Amelza yang dipromosikan menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kaba Intelkam) Polri menggantikan Komjen Agung Budi Maryoto.
“Saya sangat percaya seorang Rycko yang saya kenal mampu membawa amanah ini, amanah yang makin tidak ringan,†ungkap Ganjar.
Di sisi lain, kritikan disampaikan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) terhadap pengangkatan Brigjen Ahmad Lutfi sebagai Kapolda Jawa Tengah. IPW menilai yang bersangkutan karirnya begitu melejit, meskipun bukan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).
“Dari mutasi besar kali ini yang paling fenomenal adalah naiknya Wakapolda Jateng menjadi Kapolda. Sekaligus hal ini menandai untuk pertama kalinya non Akpol tampil menjadi Kapolda Jateng," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Jumat (1/5).
BERITA TERKAIT: