Soal Beda Data Positif Covid-19, Aktivis: BNPB Harus Dijadikan Pusat Sumber Informasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 06 April 2020, 15:20 WIB
Soal Beda Data Positif Covid-19, Aktivis: BNPB Harus Dijadikan Pusat Sumber Informasi
Ilustrasi/Net
rmol news logo Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seharusnya menjadi satu-satunya yang menyampaikan informasi terhadap perkembangan pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu perlu dilakukan lantaran BNPB telah ditunjukkan sebagai Kepala Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19.

Aktivis yang juga mantan Sekjen Prodem, Satyo Purwanto menilai, BNPB seharusnya menjadi pusat sumber informasi. Sehingga, tidak diperlukan jurubicara percepatan penanganan Covid-19 untuk menyampaikan perkembangan korban Covid-19.

"Setelah BNPB dinyatakan sebagai organisasi resmi dalam penanganan wabah Covid-19 ini harusnya BNPB pula yang menjadi saluran utama atau pusat informasi resmi yang bisa dirujuk oleh semua pihak dan masyarakat," ucap Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/4).

Apalagi, kata Satyo, data yang selama ini disampaikan oleh Jubir pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto bukanlah data yang sebenarnya.

Sehingga, sering kali berbeda dengan data yang dimiliki oleh pemerintah daerah.

"Harusnya BPS dilibatkan untuk collecting dan penyajian data, sehingga ada metode dalam penyajian data dengan harapan masyarakat bisa mendapatkan info yang real," jelasnya.

Hal itu kata Satyo akan mempermudah kerja pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan data.

"Sehingga mempermudah kerja pemerintah, tentunya harus ada kejujuran untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya," pungkasnya.

Diketahui, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengakui data korban Covid-19 yang disampaikan pemerintah pusat bukanlah data yang sebenarnya.

Hal itu diungkapkan Agus Wibowo saat diskusi virtual bersama melawan Covid-19 yang ditayangkan di akun YouTube Energy Academy Indonesia pada Minggu (5/4).

Di mana, Agus Wibowo mengakui data tersebut hanya diambil dari data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sehingga, data dari pemerintah pusat kerap kali berbeda dengan data yang dimiliki oleh pemerintah daerah. BNPB sendiri pun kata Agus, juga memiliki data sendiri terkait jumlah positif Covid-19. rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA