Anggota Komisi XII DPR, Ateng Sutisna menilai gangguan pasokan listrik yang terjadi menjadi pengingat penting bahwa keandalan sistem kelistrikan nasional harus diperkuat, terutama melalui kepastian pasokan energi primer bagi pembangkit listrik.
"Atas situasi ini, ESDM dan PLN perlu menjelaskan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang sedang dilakukan, baik untuk menjaga pasokan listrik dalam jangka pendek maupun untuk memperkuat ketahanan energi nasional ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah dan PLN, mulai dari penanganan jangka pendek hingga strategi mencegah gangguan serupa terulang di masa mendatang.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan pasokan energi primer telah disoroti dalam rapat kerja Komisi XII DPR bersama Menteri ESDM. Saat itu, DPR menemukan masih terdapat kekurangan kontrak pasokan batu bara untuk kebutuhan PLN tahun 2026 sekitar 20 juta ton dari total kebutuhan 154 juta ton.
"Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian bahwa ESDM dan PLN memiliki langkah mitigasi jangka pendek, pengamanan pasokan jangka menengah, dan strategi ketahanan energi jangka panjang yang jelas," katanya.
DPR pun mendorong pemerintah memastikan kecukupan pasokan energi primer, memperkuat tata kelola pasokan batu bara, serta menyusun strategi ketahanan energi yang lebih komprehensif melalui diversifikasi sumber energi dan penguatan cadangan energi nasional.
"Masyarakat tentu berharap ESDM dan PLN tidak hanya fokus pada penanganan sesaat, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah strategis agar keandalan pasokan listrik nasional semakin kuat dan risiko gangguan serupa dapat diminimalkan," tutupnya.
BERITA TERKAIT: