Pernyataan tersebut terlontar dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Nasdem Saan Mustopa lewat siaran persnya, Kamis (19/3).
“Di waktu genting seperti ini, saya rasa pemerintah bisa saja melakukan pelarangan total terhadap kegiatan-kegiatan berjumlah massa besar. Toh ini merupakan kewajiban dan prioritas pemerintah untuk melindungi warga negaranya,†ujar Saan.
Legislator Nasdem asal Jawa Barat ini mengapresiasi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) dan seluruh pemangku kepentingan di Sulsel yang dengan pendekatannya bisa membatalkan ijtima ulama Asia di Gowa.
Dia juga menyesalkan jika ada acara lain tetap berlangsung dengan pengumpulan massa dalam jumlah besar.
“Prioritas kita saat ini adalah mencegah penyebaran Covid-19 yang sedemikian cepat sehingga tidak ada solusi lain kecuali pembatasan sosial dan karantina di rumah masing-masing. Kita minta pemerintah tegas membatasi massa itu,†katanya.
Di berbagai negara kegiatan-kegiatan yang melibatkan jumlah massa besar pun sudah dihentikan, seperti di Amerika Serikat yang meliburkan Liga Basket NBA-nya. Di negara Italia yang sempat menerapkan kebijakan pertandingan sepakbola Liga Italia tanpa penonton pun, akhirnya meliburkan Pertandingan Liganya. Bahkan Vatikan sudah memutuskan Perayaan Paskah tanpa dihadiri umat.
“Kesadaran inilah yang harusnya juga muncul dari sisi penyelenggara acara, jangan sampai akibat dari semata mengejar terlaksananya acara, justru malah membahayakan masyarakat banyak.†tandasnya.
BERITA TERKAIT: