Hanya saja, situasi nasional tidak memungkinkan. Hal ini tidak lepas dari sebaran virus corona baru atau Covid-19 yang kian mengkhawatirkan. Di mana Indonesia ternyata tidak kebal dari virus mematikan asal Wuhan, China itu.
Begitu kata Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Kongres V Partai Demokrat di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (15/2).
“Bersamaan dengan itu, perekonomian global juga tengah mengalami goncangan. Negara kita, Indonesiapun tidak kebal dan mulai merasakan dampaknya,†sambung SBY.
“Karenanya, dengan menjunjung tinggi semangat tenggang rasa dan juga empati, kongres ini kita selenggarakan secara sederhana. Durasi waktu kongres juga kita persingkat,†urainya.
Kongres Partai Demokrat juga memberlakukan protokol keamanan corona dengan sangat ketat. Setiap panitia, kata SBY, harus memproteksi semua peserta kongres, agar terjaga keselamatannya.
“Partai Demokrat juga harus mendukung pemerintah, baik pusat maupun provinsi DKI Jakarta, dalam upaya melindungi warga negaranya dari ancaman virus corona,†terangnya.
Untuk masalah corona, SBY mengaku sudah sudah berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi, Menteri Kesehatan Terawan, Kapolri Jenderal Idham Azis, Gubernur DKI Jakarta Profesor Anies Baswedan, dan Ketua Satgas Penanggulangan Virus Corona Letnan Jenderal Doni Monardo.
Presiden keenam RI itu mengingatkan agar negara tidak lengah dan lalai dalam melawan ancaman corona ini.
“Indonesia harus serius, sigap dan melakukan langkah-langkah yang nyata. Pemerintah, masyarakat, kita semua, harus bersinergi dan bekerja sama. Saya yakin ini pulalah harapan rakyat kita,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: