“Kita sangat sepakat jangan ada isu-isu SARA ataupun pengkotak-kotakan pada Pilkada 2020. Karena Pilkada ini punya kita semua lintas etnis dan semuanya,†kata Misno seperti dikutip dari
Kantor Berita RMOLSumut, Rabu (4/3).
Misno menyebutkan, saat ini reaksi atas terjadinya tragedi kemanusiaan seperti penindasan yang dialami oleh umat Islam di India merupakan hal yang harus dipandang secara jernih, dimana reaksi tersebut merupakan bagian dari bentuk simpati antar sesama umat beragama.
Aksi memprotes penindasan tersebut menurutnya harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya kedamaian.
“Tidak terkesan ada SARA disitu,†pungkasnya.
Diketahui mengedepankan isu SARA pada Pilkada merupakan hal yang dilarang oleh undang-undang. Hal ini karena isu tersebut rawan menimbulkan gesekan ditengah masyarakat.
BERITA TERKAIT: