Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Dedy Kurnia Syah, menilai perseteruan kedua kubu justru berpotensi terjadinya pengalihan dukungan selain kepada Zulhas dan Mulfachri.
"Harus mewaspadai munculnya tokoh lain yang bisa saja menjadi penengah. Karena hingga akhir masa persiapan kongres, Zulhas dan Mulfachri paling menyita perhatian," ujar Dedy Kurnia Syah saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (11/2).
"Jangan sampai panasnya persaingan keduanya, memunculkan peralihan dukungan ke tokoh lain," sambungnya.
Dedy Kurnia Syah menambahkan, kubu Mulfachri Harahap lebih merasakan kerugian akibat gesekan tersebut ketimbang kubu Zulkifli Hasan. Sebab, perseteruan dimulai oleh para pendukung Mulfachri Harahap yang membawa laptop hingga berkas-berkas Kongres V PAN.
"Kubu Mulfachri seolah tidak memahami tradisi PAN yang selama ini cukup solid. Dengan kejadian ini, kader lain yang memiliki hak suara, dan seharusnya bersimpati kepada Mulfachri bisa mengurungkan pilihan," kata Dedy Kurnia Syah.
Di sisi lain, situasi panas yang terjadi bisa jadi akan menguntungkan petahana Zulkifli Hasan, yang dianggap sebagai simbol rekonsiliasi atas kejadian tersebut.
"Tentu Zulhas sebagai petahana berpotensi merangkul seluruh faksi di PAN, dan kembali memenangi kontestasi," demikian Dedy Kurnia Syah.
BERITA TERKAIT: