Connie Rahakundini: Kepulangan Kombatan ISIS Lebih Berbahaya Dari WMD dan Virus Corona

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 10 Februari 2020, 12:22 WIB
Connie Rahakundini:  Kepulangan Kombatan ISIS Lebih Berbahaya Dari WMD dan Virus Corona
Pengamat Militer dan Intelijen Connie Rahakundini/Net
Kecil Besar
rmol news logo Para simpatisan ISIS akan menjadi sumber masalah jika dipulangkan ke Indonesia. Sebagai anggota jaringan teroris internasional, keberadaan mereka akan menciptakan instabilitas keamanan.

"Mereka itu, sedikit atau banyak, terpapar virus ISIS  full atau setengah. Jadi, mereka tidak memerlukan waktu lama untuk provokasi atau menyuruh seseorang membawa bom bunuh diri. Cukup 2 jam! Lebih sadis dari virus Corona yang perlu inkubasi sekian hari," urai pengamat militer dan intelijen Universitas Indonesia, Connie Rahakundini, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/2).  

Ia menyebut, hanya orang masih memiliki nalar dan waras yang menolak kepulangan 600-an eks anggota The Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) ke Indonesia.

“Karena sebagai mantan anggota jaringan teroris internasional, para eks anggota ISIS pasti akan menjadi sumber masalah besar yang dapat menciptakan instabilitas keamanan tersendiri setelah dipulangkan ke Indonesia,” tegasnya.  

Connie menilai, para anggota ISIS itu telah berkhianat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di antaranya dengan membakar buku paspor Indonesia, setelah mengklaim dirinya bagian dari pasukan ISIS. Payung hukum penolakan, jelas Connie, sudah digariskan di dalam undang-undang kewarganegaraan. Negara tidak punya kewajiban untuk mengakui apalagi mengurus mereka

"Ngurus 600 orang ini yang sudah bakar paspor dan menyatakan bukan WNI lagi? Aneh bin ajaib kalo sekarang ada yang pro mereka. Bahkan menyebut mereka masih WNI. Lebih heran lagi kalau yang membela mereka adalah ketua Komnas HAM, pejabat atau anggota dewan. Wahh, harus di usut korelasinya apa dengan mereka si ISIS combatant itu," ujar Connie.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataannya kepada media, mengatakan menolak kepulangan kombatan ISIS tersebut. Jokowi akan merapatkan hal tersebut.

"Presiden menyatakan tegas tolak. Ambil kata tolaknya, bukan rapatnya," tegas Connie.

Ia menjelaskan, harus disadari pemerintah tentang tiga hal ini, yaitu; yang petama, mereka seperti pandemik dan malah lebih berbahaya, kedua, mereka bisa dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal atau WMD/"weapon of mass destruction, dan yang ketiga pemerintah sebaiknya berkonsentrasi pada anggaran untuk kemampuan intelejen dan pembangunan  kekuatan TNI Polri dan K/L, terkait untuk mendeteksi dan mematahkan gerakan mereka di dunia nyata dan maya.

"Karena yang terkena virus ISIS itu kan rata-rata belajar dari dunia maya," jelas Connie.

Dengan definisi mereka yang sesuai dengan WMD yaitu kemampuan mereka yang dapat mengakibatkan cedera dan kematian bagi sejumlah besar orang  melalui pelepasan, penyebaran, dan pemberian dampak atas pemikiran dan keyakinan halu mereka.

Connie yakin, pemerintah tidak akan gegabah dalam hal ini. Terakhir ia melontarkan pernyataan, "Mereka bilang, mereka manusia-manusia yang sudah hijrah. Ngapain juga balik lagi," tutupnya.  rmol news logo article

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA