"Ada semacam sekelompok elite yang memang mendominasi arah kebijakan partai," ujar akademisi UIN Syarief Hidayatullah, Ali Munhanif di Auditorium Bahtiar Effendy, Gedung FISIP UIN, Ciputat, Banten, Rabu (18/12).
Dia menyontohkan seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di mana sebagai partai Islam yang cukup besar, tetapi PKB seperti tidak bisa memunculkan pemimpin baru.
"PKB saat ini kita lihat sebagai partai dengan perolehan suara sangat bagus, ketua PKB-nya itu itu saja terus Muhaimin," katanya.
Contoh lainnya, dikatakan Ali, adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Elite politik yang memimpin PKS saat ini rela menyingkirkan kader seniornya yang dinilai beda pandangan.
Sialnya, sambungnya, para senior itu kemudian membentuk badan baru bernama Garbi yang belakangan bertranformasi menjadi Partai Gelora Indonesia.
"PKS perolehan suaranya 8 persen, tetapi justru terjadi ancaman perpecahan sebagian elitenya mendeklaraskkan Garbi dan akan mendirikan Partai Gelora," tukasnya.
BERITA TERKAIT: