KONGRES PAN

Percuma Zulhas Dan Mulfachri Klaim Dukungan Jika Kedaulatan DPW Dan DPD Bisa Dibeli

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 18 Desember 2019, 15:29 WIB
Percuma Zulhas Dan Mulfachri Klaim Dukungan Jika Kedaulatan DPW Dan DPD Bisa Dibeli
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris/Net
rmol news logo Tiga nama kuat mengerucut dalam bursa calon ketua umum Partai Amanat Nasional. Di antaranya, petahana Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Umum Mulfachri Harahap dan Wakil ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo.

Zulkifli mengklaim telah mendapatkan dukungan 30 DPW, sementara Mulfachri menyatakan telah menerima dukungan 350 DPD. Sementera Dradjad bergerak secara senyap dan enggan mengumbar kekuatan sebagaimana dua rivalnya.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris menyebutkan bahwa saling klaim dukungan dalam bursa calon ketua umum adalah satu kewajaran dalam kontestasi internal partai politik.

Kata dia, bukan soal angka dukungan yang harusnya dipersoalkan. Tetapi, seberapa murni dukungan itu diberikan dan dilakukan tanpa ada transaksi apapun.

"Bagi saya, yang penting sejauh mana sebetulnya wilayah dan cabang itu punya kedaulatan dalam menentukan ketua umum," ujar Syamsuddin di Auditorium Bahtiar Effendy, FISIP, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Banten, Rabu (18/12).

Kemurnian dukungan dari daerah, kata Syamsuddin, adalah parameter utama untuk menilai seberapa berdaulat kader partai dalam memilih ketua umum.

"Kalau kemudian kedaulatan cabang partai dibeli oleh calon-calon ketua umum tentu sangat disayangkan," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA