KONGRES PAN

Zulkifli Hasan Harus Legowo Agar Pengkaderan Tidak Mandek

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Kamis, 05 Desember 2019, 12:58 WIB
Zulkifli Hasan Harus Legowo Agar Pengkaderan Tidak Mandek
Zulkifli Hasan/Net
rmol news logo Zulkifli Hasan yang berniat kembali menjadi ketua umum PAN untuk kedua kalinya akan memotong sistem kaderisasi yang ada di PAN.

Padahal, sejarah kepemimpinan PAN sejak 1998, partai reformasi ini fokus pada kaderisasi. Hingga saat ini, ketum masih selalu satu periode.

Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin berpendapat, tradisi yang sudah berjalan di PAN sudah semestinya dijaga.

"Kita tahu pasca reformasi PAN yang terdepan kan dalam menggolkan demokrasi baik dalam membangun pengkaderan. Harusnya kebiasaan baik itu harus dilanjutkan, agar pengkaderan tidak tersumbat, tidak mandek," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/12).

Agar proses kaderisasi yang sudah dibangun terus berjalan, Ujang berharap kepada Zulhas panggilan akrab Zulkifli Hasan, untuk mempersilakan kader lainnya menjadi mencalonkan diri jadi ketum pada Kongres awal tahun nanti.

"Ya legowo saja, berikan kepada kader yang lain. Agar apa, agar proses kaderisasi yang sudah dibina oleh ketua umum yang lama itu terbangun, tidak terputus begitu," ucap Ujang.

Namun demikian, Ujang ragu dengan sikap Zulhas bakal mengalah. Pasalnya, Wakil Ketua MPR itu mengklaim didukung 28 DPW, dan gelagat politiknya yang diduga menekan pengurus DPD.

"Persoalannya kan ini yang dibangun jiwa kekuasaan. Kalau kekuasaan tentu akan memotong proses kaderisasi, memotong semua hal dan tradisi yang baik di PAN," tutup Ujang. rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA