Direktur Jenderal (Dirjen) Kerjasama ASEAN, Jose Antonio Morato Tavares di Kemenlu menyebutkan ada banyak agenda yang akan dibahas dalam KTT kali ini.
Selain membahas tiga pilar ASEAN, yaitu komunitas ekonomi, komunitas sosial-budaya, dan komunitas politik-keamanan, juga akan ada ASEAN-China Summit, ASEAN-India Summit, dan ASEAN-United Nations Summit, serta berbagai sub-agenda lain yang melibatkan berbagai kementerian terkait.
Menurut Jose, ada beberapa isu utama akan diangkat oleh Indonesia dalam KTT kali ini, salah satunya adalah rancangan Indonesia mengenai kerja sama antara ASEAN dan negara-negara Pasifik.
"Perkiraan kami, isunya ASEAN Outlook on IndoPacific karena kita tahu tahun lalu Presiden (Joko Widodo) sudah sampaikan kepada negara-negara mitra bahwa ASEAN sedang merancang satu outlook tentang InfoPacific," ujar Jose Di Kantor Kemenlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).
Dia menambahkan, tahun ini sudah waktunya bagi Indonesia untuk mengimplementasikan hal tersebut. Bahkan 2020 nanti, Indonesia mempunyai gagasan untuk menyelenggarakan ASEAN IndoPacific Infrastructure and Connectivity Forum.
Lebih lanjut, Jose mengungkapkan ada isu lain yang kemungkinan besar akan diangkat oleh Indonesia seperti menyangkut RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), Laut China Selatan, Rohingya, bencana dan penanggulangannya, serta sampah limbah beracun.
"Tapi itu tergantung pada saat presiden sudah berpidato," tutur Jose.
Presiden Jokowi sendiri direncanakan akan terbang ke Bangkok untuk ikut menghadiri KTT pada Sabtu (2/10).
BERITA TERKAIT: